
Dalam Rangka Peninjauan Lokasi calon Penempatan Transmigrasi di Desa Torire Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah yang berjalan lancar dan progres pembangunan juga sudah selesai 75% dari 30 unit rencana pembangunan rumah yang disediakan.
Pemerintah terus mematangkan kesiapan UPT Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sebagai salah satu lokasi prioritas penempatan transmigran sepanjang tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian penting dari program prioritas Kementerian Transmigrasi dalam mendorong pemerataan penduduk sekaligus membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur.
Proses peninjauan sepanjang tahun 2026 juga menjadi momen krusial bagi pemerintah untuk mengatasi sejumlah tantangan geografis dan alam. Berdasarkan laporan teknis dari Disnakertrans Kabupaten Poso.
Kabupaten Sleman mendapatkan kuota penempatan transmigrasi 1 KK – 3 Jiwa, yang akan ditempatkan di awal bulan Desember 2026. Penyelenggaraan transmigrasi di UPT Torire .ini merupakan pola transmigrasi umum, sehingga diperuntukan untuk TPS 15 KK dan TPA 15 KK.

Kondisi UPT Torire Kec. Lore Tengah Prop Sulawesi Tengah sebagai berikut :
- Berdasarkan peta Tata Batas Kawasan Hutan Depinitif, Peta Tata Guna Tanah dan Peta RTRW Provinsi Sulawesi Tengah, Serta Peta Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan Provinsi Sulawesi Tengah, areal studi termasuk dalam kawasan Areal Peruntukan Lain (APL) yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai areal permukiman.
- Berdasarkan Peta Tata Batas Kawasan Hutan Definitip Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, serta Peta Perubahan Peruntukan kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan Provinsi Sulawesi Tengah daerah studi termasuk dalam APL (Areal Penggunaan Lain) yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai areal permukiman.
- Berdasarkan SK HPL dan sertifikat HPL serta Peta Bidang Tanah oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Poso, lokasi tersebut diperuntukkan untuk pengembangan Transmigrasi.
- Tingkat kesuburan tanah tergolong cukup sesuai untuk tanaman Pertanian dan perkebunan (palawija dan non palawija). Sehingga direkomendasikan untuk pembukaan lahan menggunakan metode yang dapat menjaga produktivitas tanah yaitu mempertahankan agar lapisan tanah atas (top soil) tidak rusak. Karena Vegetasi Hutan adalah Hutan Sekunder, Hutan Primer dan Semak Belukar.
- Lokasi Memiliki Topografi yang Datar , Landai, Bergelombang s/d berbukit. Hal ini dapat menyesuaikan dengan Norma Spesifikasi Standar bagi Permukiman Transmigrasi
- Sumber air bersih yang paling efektif dan efisien adalah dengan menggunakan air sungai dan pemanfaatan air hujan. Dan saat ini sumber Air Bersih pada SP. Torire “Watumeboku” menggunakan sarana perpipaan yang langsung kerumah-rumah warga. Kondisi air yang jernih dan segar dapat di manfaatkan sebagai sumber air bersih
- Sumber air bersih yang paling efektif dan efisien adalah dengan menggunakan air sungai dan pemanfaatan air hujan. Untuk itu diperlukan sarana perpipaan serta gentong penampung air hujan. Kondisi air sungai yang jernih dapat di manfaatkan sebagai sumber air bersih. Dilokasi studi sedikitnya terdapat 3 sungai yang potensi untuk dijadikan sebagai sumber air bersih. Sungai tersebut adalah : Sungai Haluala, Sungai Pokaliaha serta Sungai Votudaa.
- Seperti halnya lahan pekarangan, lahan usaha I juga dimaksudkan untuk memenuhi/menambah kebutuhan hidup keluarga dan sisanya dapat disisihkan untuk tanaman jangka pendek berupa tanaman palawija. Sedangkan lahan usaha II dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Tanaman yang diusulkan untuk diusahakan pada lahan usaha I dan lahan usaha II adalah tanaman Coklat, Durian, Kopi
Berdasarkan kondisi di lokasi UPT Torire ini untuk fasum dan fasos sudah tersedia antara lain :
- Sekolah TK, SD, SMP dan pengajar/Guru
- Tempat ibadah
- Puskesmas pembantu dan Nakes
- Balai Pertemuan
- Rumah Ka UPT
- Jalan yang bisa dilewati kendaraan Roda 4
- Jembatan yang bisa dilewati kendaraan roda 4
Pola usaha di SP1 Pulau Nibung adalah lahan kering dengan kondisi geografis pegunungan, dengn produksi pertanian berupa tanaman pangan seperti padi, jagung, singkong, kakao/coklat, kopi dan durian.

