Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman resmi menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kemampuan Produktivitas bagi Embrio Usaha yang berlangsung selama tiga hari penuh, 9–11 Juli 2026, bertempat di Ayem-Ayem Coffee, Sleman, Yogyakarta — suasana yang hangat dan mendukung semangat para peserta untuk terus berkembang. 

Foto narasumber ibu Wiwik Setia Hadi, SH

Foto narasumber bapak Eko Nurcahya, ST

Foto narasumber Bapak Joko partono, SE

Foto narasumber Bu Ir. Fatchiyah Herawati, MM

Foto Narasumber dari Wikikopi bapak Fikri kurniawan

Kegiatan ini menyasar para peserta Kerjasama Pelatihan Kerja Tahun 2025 yang sudah memiliki embrio usaha — khususnya para lulusan LPK Budi Mulia Dua jurusan Tata Boga dan LPK Lancar Jaya jurusan Membatik. Mereka bukan pemula lagi, mereka sudah punya bekal — dan kini saatnya usaha mereka naik kelas! 

Selama tiga hari, para peserta mendapatkan wawasan dan bimbingan langsung mencakup manajemen usaha, pembukuan, strategi pemasaran, hingga regulasi bisnis — semua ilmu yang dibutuhkan agar bisnis rumahan bisa berdiri kokoh dan diakui secara resmi.

Kepala Dinas tenaga Kerja Kabupaten Sleman Dra. Epiphana Kristiyani, MM menyampaikan “Produktivitas jadi indikator penting di dalam mengukur sektor ketenagakerjaan terutama dalam meningkatkan usaha. Di tengah globalisasi dan perubahan pola kerja kemampuan untuk mengukur produktivitas menjadi penting. Pelatihan ini menjadi penting, dengan pengukuran yang baik kita dapat mengetahui posisi usaha kita. Kami berharap menjadi pelatihan ini para peserta dapat menjadi agen perubahan dan mampu mendorong peningkatan industri usaha. Setelah pelatihan ini seluruh peserta semoga bisa menjadi jejaring yang saling menguntungkan. Peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan antusias, aktif dan bertanggung jawab. Harapannya setelah pelatihan semoga bisa meningkatkan usaha sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. “

Program ini sendiri bukan yang pertama kali hadir. Sudah berjalan sejak tahun sebelumnya, kegiatan ini terus konsisten membina para pelaku usaha — terutama ibu rumah tangga dan para istri — agar bisa mandiri secara finansial tanpa meninggalkan peran mereka di rumah. Mereka yang menunjukkan potensi besar bahkan akan didampingi untuk mengurus perizinan usaha resmi dan diarahkan ke lembaga lanjutan seperti Dinas Perdagangan, koperasi, dan instansi terkait lainnya.

Tujuannya jelas: mencetak UMKM yang tidak hanya produktif, tapi juga paham regulasi, terorganisir, berizin resmi, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Karena usaha kecil yang dikelola dengan ilmu yang tepat, bisa jadi bisnis besar yang mengubah hidup. (AL/DN)