Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman berkomitmen meningkatkan kualitas dan kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas. Melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan, Disnaker Sleman menggelar workshop khusus yang diikuti oleh 40 orang anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Sleman. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Bale Ayu Resto, Jombor, Sleman.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Disnaker Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas di dunia kerja maupun wirausaha. “Melalui pelatihan ini, Disnaker Sleman berharap para anggota Pertuni dapat menyerap ilmu terapan yang relevan dengan perkembangan zaman demi meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi mereka”, kata Epiphana.

Sesi pertama workshop menghadirkan narasumber Edi Santoso dari Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UMKM) Kabupaten Sleman. Beliau memaparkan materi mengenai digital marketing yang dikemas secara aksesibel untuk penyandang tunanetra. Dalam pemaparannya, Edi menjelaskan pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk memasarkan produk maupun jasa, sehingga para peserta dapat memperluas jangkauan pasar tanpa terbatas oleh jarak fisik.

Memasuki sesi kedua, fokus pelatihan beralih pada bidang pelayanan prima dengan materi hospitality. Materi ini disampaikan oleh Didik Hari Pambudi, perwakilan dari Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) DIY. Didik memberikan panduan praktis mengenai cara berinteraksi, berkomunikasi, dan memberikan pelayanan yang ramah serta profesional kepada pelanggan, yang sangat berguna bagi peserta yang berniat atau sedang menjalankan usaha jasa.

Para peserta dari Pertuni DPC Sleman tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Diskusi interaktif terjalin aktif saat sesi tanya jawab, di mana para peserta berkonsultasi mengenai tantangan nyata yang mereka hadapi di lapangan. Lokasi acara di Bale Ayu Resto Jombor yang kondusif juga turut mendukung kenyamanan para peserta selama menyerap materi pelatihan.

Melalui sinergi antar-instansi ini, ULD Ketenagakerjaan Disnaker Sleman berharap workshop tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Pendampingan berkelanjutan akan terus diupayakan agar ilmu digital marketing dan hospitality yang telah didapatkan dapat benar-benar diimplementasikan. Dengan begitu, para anggota Pertuni Sleman mampu menjadi wirausahawan yang tangguh dan berdaya saing tinggi.