

Pada hari Rabu, 17 Juni 2026
Berlokasi di Balai Kelurahan Sidomoyo Kapanewon Godean.
Acara Penyuluhan Transmigrasi di selenggarakan oleh Disnaker Sleman pada Bidang Pelatihan Kerja dan Transmigrasi di Seksi Transmigrasi.
Yang di hadiri oleh tokoh Masyarakat, tokoh agama, Lembaga desa kelurahan Sidomoyo.
Dalam acara penyuluhan transmigrasi yang menjadi narasumber yakni:
-Ratno, S.Sos,.M.M Analisis Kebijakan Ahli Madya dari kementrian provinsi
-Purina Yoga R, ST, MM Kasi Transmigrasi dari pihak Dinaskertrans Provinsi. DIY
-Siti Nurjannah Kusumaningsih, ST, MA, M.Ec.Dev Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Transmigrasi III.b dari pihak Dinas Tenaga Kerja Kab. Sleman
Acara penyuluhan transmigrasi di pimpin dan di buka oleh Bapak Hariyadi selaku kepala kelurahan Sidomoyo. Acara ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait transmigrasi di antaranya:
-Hak dan Kewajiban yang di miliki warga yang akan bertransmigrasi
-Fasilitas yang di janjikan oleh pemerintah
-bagaimana cara mendaftar transmigrasi baik online maupun online
-lokasi transmigrasi yang dilakukan Adalah pulau Sulawesi
Alasan mengapa tokoh Masyarakat yang di undang dalam acara penyuluhan ini di harapkan dapat memberitahukan kepada warga setempat dan di sebarluaskannya lewat kegiatan di kampung dan diterima dengan positif oleh warga kelurahan Sidomoyo.
Dengan terselenggaranya penyuluhan ini, diharapkan warga Kelurahan Sidomoyo yang berminat untuk bertransmigrasi dapat memiliki gambaran yang lebih jelas dan kesiapan yang lebih matang sebelum mengambil Keputusan sebelum melakukan transmigrasi.
Pak Lurah menyampaikan transmigrasi sekarang sudah diurus oleh satu Kementerian tersendiri seperti zaman Pak Harto yaitu Kementerian Transmigrasi.
Namun, meskipun satu kementerian, programnya belum banyak, belum seperti zaman Pak Harto. Kalau Pak Harto dulu, mungkin satu kelurahan atau bahkan satu Kabupaten Sleman ini bisa dapat jatah lebih dari lima puluh, kalau sekarang sedikit sekali. Oleh karena itu, bukan berartiprogramnya tidak banyak pakai sosialisasi segala, nah ini karena sesuatu yang harus dimulai dari tingkat bawah. Jadi, meskipun sedikit, harus ada sosialisasi supaya masyarakat yang ingin bertransmigrasi itu mendapatkan informasi. Nah, pertanyaannya apakah transmigrasi masih seperti zaman Pak Harto, nah hari ini kita sampaikan. Mungkin ada beberapa yang sudah berubah, namun intinya masih sama. Masih sama mendapatkan rumah dan mendapatkan lahan.

Ratno, S.Sos,.M.M Analisis Kebijakan Ahli Madya dari kementrian provinsi mengatakan “Meskipun program transmigrasi saat ini sudah dikelola oleh kementerian tersendiri seperti pada era Pak Harto, kuota atau jatah yang tersedia sekarang jauh lebih sedikit. Walau demikian, sosialisasi dari tingkat bawah tetap krusiasi agar masyarakat yang berminat bisa mendapatkan informasi. Secara prinsip, inti dari program transmigrasi saat ini masih sama dengan model terdahulu, yaitu peserta tetap akan mendapatkan fasilitas rumah dan lahan.”

