Sleman (21/5), Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja sukses selenggarakan agenda tahunan pameran kesempatan kerja bertajuk Job Fair dan Expo UMKM Sleman 2026. Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 20 hingga 21 Mei 2026 bertempat di Atrium Rama Sleman City Hall (SCH) merupakan rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 110. Kegiatan ini hadir sebagai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus mendongkrak roda perekonomian para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terlihat tinggi sejak hari pertama pintu gerbang dibuka. “Pencari kerja yang didominasi oleh lulusan baru dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi tampak memadati area stan perusahaan. Tidak kalah ramai, koridor pameran UMKM juga dipenuhi oleh pengunjung yang berburu produk-produk lokal unggulan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan inovatif, hingga produk fesyen etnik Sleman. Ini tak lepas dari tahun ini kami secara khusus bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kelompok Kerja (Pokja) 3, dan Himpunan Pengusaha Pribumi (HIPPI) Sleman”, ungkap Epiphana.

Pada gelaran tahun ini, Job Fair dan Expo UMKM Sleman 2026 menggandeng 20 perusahaan terkemuka, baik skala lokal maupun nasional, yang bergerak di berbagai sektor seperti perbankan, manufaktur, ritel, hingga industri teknologi, 13 SMK se-Pokja 3, dan 10 UMKM binaan HIPPI Sleman. Total lowongan kerja yang dibuka mencapai ratusan posisi, memberikan peluang yang luas bagi para pencari kerja untuk berinteraksi langsung dengan tim HRD perusahaan. Sistem pendaftaran yang sudah terintegrasi secara digital via website resmi juga dinilai sangat membantu mempercepat proses seleksi awal.

“Selain proses rekrutmen dan pameran produk, acara ini juga dimeriahkan dengan serangkaian sesi talkshow edukatif dan workshop karier. Beberapa company profile dari HRD dihadirkan sebagai pembicara untuk memberikan tips dan trik menghadapi wawancara kerja, cara menyusun curriculum vitae (CV).  Kegiatan juga menghadirkan BPJS Ketenagakerjaan dengan topik jaminan perlindungan sosial dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Yogyakarta dengan tema peluang kerja luar negeri. Edukasi gratis ini disambut hangat karena memberikan bekal berharga bagi para pengunjung”, Epi menambahkan.

Danang Maharsa, Wakil Bupati Sleman dalam sambutan saat membukan kegiatan ini menyampaikan bahwa job fair merupakan salah satu upaya strategis Pemerintah Kabupate Sleman untuk memfasilitasi langsung antara para pencari kerja dengan perusahaan penyedia kerja guna menekan angka pengangguran. “masalah penyediaan lapangan pekerjaan ini merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pengusaha, hingga akademisi”, kata Danang.

Danang Maharsa juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, Sleman City Hall selaku venue, perusahaan mitra, hingga para pelaku UMKM. “Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas acara serupa di masa mendatang demi menekan angka pengangguran terbuka di wilayah Sleman. Melalui sinergi yang kuat antara sektor industri, pelaku usaha kreatif, dan pemerintah, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus bergerak ke arah yang positif dan berkelanjutan”, pungkas Danang.

Kerja sama kali ini juga menyatukan dua agenda besar di satu lokasi agar tercipta ekosistem yang saling menguntungkan. Sembari menunggu antrean wawancara atau menanti pengumuman, para pencari kerja dan pengantar dapat menjelajahi stan UMKM, yang secara otomatis meningkatkan volume penjualan para pedagang lokal selama dua hari pelaksanaan. (WD/SW)