
Pemerintah Kabupaten Sleman resmikan Padat Karya APBD Kabupaten Sleman Tahap 2 Tahun 2025 pada Senin, 3 November 2025 di Watuadeg, Jogotirto, Berbah. Kesempatan tersebut juga meresmikan hasil padat karya yang telah dilaksanakan di Bayeman, Bangunkerto dan Bolu, Margokaton. Peresmian dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Ketua DPRD Sleman, Gustan Ganda, perwakilan Perangkat Daerah Kabupaten Sleman, Panewu Berbah, dan Lurah Jogotirto.
Peresmian padat karya dibuka kunjungan Wakil Bupati Sleman ke booth UMKM warga Jogotirto yang ada sepanjang panggung utama dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian tari dari sanggar tari Jogotirto.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Epiphana dalam laporan kegiatan menyoroti pelibatan tenaga kerja dalam pelaksanaan padat karya. “Pada Tahun Anggaran 2025, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman diproyeksikan melaksanakan padat karya untuk 7 titik/lokasi. Di mana pelaksanaan di satu lokasi melibatkan 42 pekerja, sehingga total akan melibatkan sebanyak 294 pekerja”, ungkap Epiphana.

Tujuan kegiatan padat karya adalah mengurangi pengangguran dan meningkatkan akses infrastruktur di suatu lokasi. “Program padat karya memberikan upah langsung dan hasil pembangunan untuk masyarakat, akses ekonomi dan infrastruktur menjadi lebih baik, dan utamanya adalah penekanan pada pentingnya produktivitas masyarakat dalam bekerja agar terhindar dari pengangguran”, Epiphana menambahkan.

Wakil Bupati Sleman menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam membuka lapangan kerja dan percepatan pembangunan infrastruktur. “Program padat karya bersifat produktif dan memanfaatkan tenaga kerja serta teknologi lokal. Selain sebagai solusi atas permasalahan infrastruktur, kemiskinan, dan pengangguran, padat karya menjadi momentum untuk membangun kebersamaan dan gotong royong masyarakat”, kata Danang.

Seremonial dilanjutkan dengan pembubuhan paraf pada prasasti padat karya oleh Wakil Bupati Sleman untuk kemudian dilakukan seremonial gunting pita oleh Wakil Bupati bersama Ketua DPRD Sleman yang dilanjutkan dengan peninjauan cor blok hasil kegiatan padat karya. (WD/BP)
