Pemerintah Daerah DIY pada 2022 mengalokasikan kegiatan Padat Karya Infrastruktur Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Kabupaten Sleman sejumlah 59 lokasi yang dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja. Selain itu Kabupaten Sleman juga melaksanakan 1 kegiatan Padat Karya melalui APBD sehingga total terdapat 60 lokasi yang menerima program Padat Karya.

Peresmian hasil kegiatan Padat Karya di Kebun Buah Bendosari, Sumbersari oleh Buapti Sleman merupakan peresmian tahap ke II dengan melibatkan 10 lokasi. Adapun lokasi yang diresmikan tersebut adalah Padukuhan Bendosari, Padukuhan Nasri, Padukuhan Klepu Kidul, Padukuhan Malangan, Padukuhan Kaliurang, Padukuhan Kruwet, Padukuhan Gamplong 5, Padukuhan Gatak, Padukuhan Patran, dan Padukuhan Gerjen.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Padat Karya sangat penting dalam mendukung perbaikan perekonomian masyarakat Sleman. “Dalam rangka pemberdayaan masyarakat, meringankan beban masyarakat, mengatasi pengangguran, dan mengentaskan kemiskinan, Padat Karya adalah solusi tercepat. Kehadiran Padat Karya juga membantu masyarakat dalam membangun infrastruktur di wilayahnya”, kata Kustini.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Sutiasih menyampaikan harapannya melalui pelaksanaan Padat Karya. “Padat karya di Kabupaten Sleman untuk perlokasinya dikerjakan oleh 52 orang sehingga kalau 10 lokasi tentu saja melibatkan sebanyak 520 orang. Jumlah tersebut sangat signifikan dalam mengurangi pengangguran dan setengah penganggur atau mereka yang bekerja kurang dari 35 jam perminggu”, ungkap Sutiasih.

Tujuan lain dari Padat Karya adalah keberadaan infrastruktur yang dihasilkan, pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat sendiri pasti hasilnya akan baik dan maksimal. “Padat Karya ini juga membangun infratsuktur produktif seperti akses jalan, saluran irigasi, sehingga mendukung perekonomian di wilayah desa”, Sutiasih menambahkan.